0

Learn Something Everyday

Posted by Rizka on 05.49
Assalamualaikum Bloggies J

Lagi-lagi mau nulis yang entah itu penting atau engga. Firstly, udah hampir 3 tahun ini selama kuliah di @UBcampus saya menjadi penumpang setia transportasi umum Jakarta-Bekasi-Bogor. Ngga sedikit kejadian atau hal-hal kecil selama di perjalanan panjang itu saya alami. Waktu awal-awal jadi penumpang setia Kopaja, tempat duduk favorit saya yaitu di samping supir. (don’t be negative thinking). Selain merasa lebih aman dan kemungkinan akan nyasarnya jadi lebih sedikit, saya bisa mendengarkan opini supir mengenai sistem transportasi dan keluh kesahnya hidup di Ibu Kota.

Menunggu bis kota yang belum pasti akan datang, sudah menjadi santapan jika saya harus pulang dari kampus lewat maghrib. Saya tidak bisa bayangkan bagaimana rasanya tukang ojek yang setiap hari harus menunggu customer-nya yang belum tentu ia dapat. Belum lagi, harus bersaing dengan belasan tukang ojek lainnya. Misalnya di pinggir terminal bayangan Jatibening , pertigaan Super Indo dan pertigaan Pasar Rebo. Baru saja turun dari kendaraan umum, pasti kita langsung disambut oleh bapak-bapak ojek tersebut. Tapi percayalah, Allah itu adil. Setiap orang sudah memiliki jatah rezekinya masing-masing J

Berada di dalam bis dan sedang menunggu bis merupakan momen dimana kita bisa saling bercerita dengan pengguna transportasi umum lainnya. Pernah suatu kali ketika sedang dalam perjalanan ke kampus, ada seorang Ibu yang baru naik bis dari Terminal Jatibening. Ibu tersebut duduk di samping saya. Seperti biasa, beberapa km setelah terminal itu, kendaraan-kendaraan sudah rapih mengantri untuk masuk Tol Halim. Ibu itu kemudian mengeluarkan sarapannya yang berupa pisang dan roti. Ia bercerita kalau Ia sedang kesal dengan suaminya. Lagi-lagi ada sepetik pelajaran yang bisa saya telan. Kali ini it’s about household life he he. Ia kecewa dengan suaminya yang menurutnya tidak bisa menghargai jerih payahnya. Katanya; “udah masak cape-cape, dibilang ngga enak sama suami. Udah mending masih sempet dimasakin.”  Ya memang, Ibu tersebut merupakan karyawan perusahaan swasta sekaligus Ibu rumah tangga. Sama seperti Ibu saya. Pergi pagi pulang malam untuk membantu suami menafkahi keluarga. Sebelum pergi ke kantor, masak untuk bekal anak dan suami. Setelah pulang dari kantor, beberes rumah dan kembali menyiapkan perlengkapan bahan untuk masak esok harinya. Belum lagi kalau ada PR dari kantor. How cool my mom is!! How cool they are. Ibu itu terus bercerita tentang kehidupan rumah tangganya. Sampai ending ia cerita pun, bis kami pun belum juga berjalan jauh. Tol dalkot memang luar biasa macetnya.  So pelajaran hari itu, untuk yang sekian kalinya saya sangat sangat bersyukur kepada Allah yang Maha Penyayang. I have a great and awesome  father! Walaupun lelah sepulang dari kantor, ia masih mau untuk membantu Ibu merapihkan rumah. My mom and father are really extraordinary <3 o:p="">

0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Cogito Ergo Sum All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.